Best Birthday Ever (Another Story of The Devil From Heaven)

 
image

Special Chapter for Kyuhyun’s Birthday

Cast :

–       Cho Kyu Hyun

–       Goo Jae Rin

 

Genre :

–       Romance

 

Lenght :

–       Oneshot

 

Rating :

–       General

Another Story of:
– The Devil From Heaven
– That I Was Once by Your Side
– Winter Cogitation
– Bitter Blossom
– Sharp Arrow
– Late Autumn

 

***

“Pergi saja jika itu memang yang kau mau! Yang kau lakukan selama ini hanya membuatku malu! Kau tahu betapa malunya aku bertemu dengan Park Jung Soo setelah kau memutuskan rencana secara sepihak? Kau tahu aku dan Pak Jung Soo adalah sahabat sejak kecil. Kau benar-benar anak yang tak tahu diuntung Cho Kyu Hyun! Pergilah, jangan pernah lagi muncul dihadapanku lagi. Tapi ingat satu hal, menikah dengan cinta tak selalu membawa kebahagiaan, itu hanya sesaat. Jika kau menikah tanpa restu kedua orang tuamu, aku pastikan kau tak akan pernah mendapatkan kebahagiaan. Camkan itu!”

 

“Mianhae, Abeoji.”

 

***

 

Awal tahun baru yang menyenangkan dan menyedihkan. Aku harus menyadari bahwa kini aku benar-benar sendiri. Aku sudah tak memiliki keluarga lagi. Satu-satunya orang yang sangat aku cintai, satu-satunya orang yang mencintaiku dengan tulus sepenuh hati, ia telah pergi selamanya. Eomma.

 

Dibalik rasa sakit karena kehilangan aku lebih merasa tenang karena dia tak akan lagi merasakan sakit akan penyakit yang hampir lima tahun ia derita. Sakitnya menjalani terapi, jarum suntik dan puluhan macam obat, semua itu membuatku merasa jauh lebih sakit melihatnya harus menjalani semua itu. Kau sudah tenang sekarang disana Eomma, aku akan merindukanmu. Sangat merindukanmu.

 

“Kau menangis?” Aku segera menghapus air mataku mendapati Kyuhyun yang dengan tiba-tiba muncul disampingku. Aku tengah berada di balkon apartement Kyuhyun hampir sejam yang lalu.

 

“Aniyo. Aku hanya,…”

 

“Sudah ku katakan bahwa kau milikku. Jangan pernah berfikir bahwa kau sendirian di dunia ini. Aku takkan pernah membiarkanmu merasa sendiri, araseo?”

 

“nde, gomawo Kyu.”

 

“Kau tak memakai kalung yang ku berikan sebagai hadiah natal kemarin? Kau melepaskannya?” Kyuhyun memperhatikan leherku dan mendapati aku tak mengenakan kalung pemberian darinya, dia pasti akan sangat marah.

 

“Aku melepaskannya karena aku tak mau kalung itu rusak ketika aku berada di restoran.”

 

“Kau masih bekerja paruh waktu di restoran itu? Bukankah aku sudah menyuruhmu berhenti? Kenapa kau keras kepala sekali Goo Jae Rin?”

 

“Aisshh.. dengarkan penjelasanku dulu! Aku…” Belum selesai aku bicara Kyuhyun langsung masuk ke dalam apartementnya. Aku rasa aku dalam masalah sekarang jika Kyuhyun benar-benar marah padaku.

 

“Kyu-ah, jangan marah seperti itu, kau harus dengarkan penjelasanku dulu.”

 

“Kau sudah terlalu banyak bicara Goo Jae Rin, sekarang cepat siapkan aku makan malam, aku lapar!”

 

“Mwoya..”

 

Kyuhyun memang selalu seperti itu, dia bilang ia tak bisa marah kepadaku. Dia akan selalu berakhir menjadi lucu jika marah. Iblis itu memang benar-benar menggemaskan. Aku tak tahu bagaimana aku bisa jatuh cinta padanya. Sikapnya yang dingin dan kejam itu hanya sampul. Aku masih selalu berdebar ketika menatap matanya. Aku sangat mencintaimu Kyu.

 

***

 

“Kyu-ah..”

 

“Ne?” Kyuhyun begitu lahap menyantap makan malamnya. Dia memang selalu rakus. Badannya yang kurus menyimpan selerah makan yang besar.

 

“Kau bilang kemarin bahwa hari kau menemui Abeojimu, apa yang dia katakan?” Kyuhyun menghentikan aktivitasnya. Menatap kosong ke arah mangkuk yang ada di hadapannya. Apa aku salah bicara lagi?

 

Kyuhyun tak menjawab pertanyaanku. Ia melanjutkan mengunyah makanannya, tapi kini ia terlihat tak lagi berselerah. Aku bisa merasakan bahwa itu bukanlah pertemuan yang menyenangkan.

 

Ayah Kyuhyun begitu menentang tentang hubungan kami. Ia tak senang putra semata wayangnya berhubungan dengan gadis miskin sebatang kara sepertiku ini. Kyuhyun sempat mengatakan bahwa ia direncanakan untuk dijodohkan dengan putri sahabat dari Ayahnya, pemilik perusahaan ternama di Korea, berasal dari keluarga terpandang.

 

“Dia bahkan belum lulus SMP.” Ujar Kyu saat itu.

 

“Bagaimana bisa Abeoji menyuruhku bertunangan dengan bayi?”

 

Kyuhyun menolak pertunangan itu dan lebih memilih untuk pergi denganku. Kyuhyun barusaja mendapatkan gelar sarjananya dari fakultas hukum Kyunghee University, tapi ia telah menjadi seorang pengacara sejak ia masih kuliah. Sekarang Kyuhyun tengah berencana untuk membuka firma hukumnya sendiri bersamaku.

 

Aku sendiri kini masih menempuh pendidikanku di Kyunghee University jurusan management. Aku terpaksa menunda pendidikanku selama dua tahun karena aku harus kerja paruh waktu untuk membiayai pengobatan Eommaku yang saat itu masih sakit-sakitan.

 

Aku dan Kyuhyun tak sengaja bertemu di kampus. Aku adalah kakak angkatannya. Aku lebih tua satu tahun darinya. Sejak awal memang sikap Kyuhyun yang suka berkuasa dan seenaknya sendiri membuatku membencinya. Tapi entah sejak kapan kami menjadi dekat hingga saling jatuh cinta.

***

 

“Kyu-ah, ireona..” Aku menggoyangkan tubuh Kyuhyun perlahan untuk membangunkannya. Mataku masih tertutup ketika aku mencari ponselku. Tangan Kyuhyun memeluk pinggangku, membuatku tak bisa bergerak.

 

“Ya! Kyuhyun-ah! Ini sudah siang, kau harus menyiapkan berkas untuk persidanganmu. Cepat bangun!” Teriakanku tak membuat Kyuhyun beranjak dari tidurnya. Ia malah semakin mengeratkan pelukannya.

 

Aku meraih ponselku dan langsung menghidupkan alarm. Mengarahkan ponselku yang tengah berbunyi ke telingahnya.

 

“Kau mau membuatku tuli, hah?” Aku terkekeh melihat reaksi Kyuhyun yang langsung bangkit dari tidurnya ketika mendengar suara alarm di telingahnya. Ekspresi mukanya yang terkejut ketika bangun tidur benar-benar menggemaskan.

***

 

“Aku bukanlah tipe gadis yang pemarah dan jahat. Aku sebenarnya tak pernah ingin ikut campur tentang masalah ini. Tapi Eommaku yang menyuruhku untuk datang kemari dan menemuimu.”

 

“…”

 

“Pergilah dari Seoul begitu kau menyelesaikan pendidikanmu. Jangan sampai Abeojiku sampai turun tangan. Aku tahu kau adalah wanita yang baik. Tapi tidak untuk adikku. Kalian berbeda.”

 

“Kyuhyun adalah satu-satunya anak lelaki di keluarga kami. Kami ingin yang terbaik baginya. Jangan sampai kau menyesal karena kau tak mengindahkan peringatan kami.”

***

 

Aku tak bisa berkonsentrasi dengan mata kuliah hari ini. Setelah kakak perempuan Kyuhyun menemuiku. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Semuanya terasa begitu membingungkan.

 

Eomma, eotteokae?

 

Aku tak ingin menjadi beban untukmu Kyu. Harusnya kau bersyukur memiliki keluarga yang lengkap yang menyayangimu. Bukannya malah memilih untuk pergi dari rumah bersamaku. Kyuhyun meninggalkan seluruh harta dan fasilitas yang selama ini ia pakai hanya untuk bersamaku.

 

Aku selalu mengatakan pada Kyuhyun untuk menunda pernikahan kami sampai aku mendapatkan gelar sarjanaku. Sebenarnya itu hanyalah alasan untukku karena aku tak ingin kami menikah tanpa restu dari keluarga Kyuhyun. Meskipun keluarganya selalu meremehkanku dan memandangku sebelah mata, tetap saja, restu orang tua adalah yang utama.

 

***

 

Hari ini adalah hari yang sangat spesial karena hari ini adalah hari ulang tahun Kyuhyun. Aku pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di Gangnam untuk mencari kado ulang tahun Kyuhyun. Aku sengaja mencari kado tepat di hari ulang tahunnya agar ia tak tahu bahwa aku sudah menyiapkan ini. Aku juga telah menghubungi toko kue untuk memesan sebuah kue ulang tahun untuk dikirim ke apartement kami.

 

Aku bingung, tak tahu apa yang harus aku pilih untuk kado ulang tahun Kyuhyun. Kemeja? Kurang berkesan jika aku membelikan kado pakaian. Gelang? Dia akan menertawakanku jika aku benar-benar membelikan itu untuknya, Kyuhyun tak suka memakai gelang.

 

Jam tangan, hanya itu yang ada dipikiranku sekarang. Aku telah menabung untuk membeli kado Kyuhyun. Aku tahu jam tangan apa yang akan di sukai olehnya.

 

Setelah cukup lama memilih, pilihanku jatuh pada sebuah jam tangan hitam dengan detail yang simple. Kyuhyun tak suka memakain barang yang terlalu berkilau. Aku menyuruh pramuniaganya untuk sekaligus membungkus kado itu. Hanya memberinya sedikit pita sudah cukup.

 

Aku berjalan menuju ke halte bus terdekat. Hari ini cukup dingin. Salju turun cukup lebat, padahal ini sudah hampir musim semi tapi salju masih sering turun.

 

Dipersimpangan aku menyebrang. Ku pikir jalanan cukup sepi saat ini. Tanpa aku sadari dari arah selatan tiba-tiba saja ada mobil dengan kecepatan tinggi melaju ke arahku. Dan semuanya tiba-tiba menjadi gelap.

***

 

“Jaerin-ah, kau mendengarku?”

 

Perlahan aku membuka mataku yang terasa berat. Badanku terasa begitu kaku untuk ku gerakan. Ku lihat Kyuhyun ada di sampingku menggenggam tanganku.

 

“Kau sudah sadar? Apa ada yang terasa sakit?” Suara Kyuhyun terdengar begitu lembut di telingahku. Tapi jangankan untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun, untuk membuka mulut saja terasa sangat sulit.

 

Kyuhyun memberikan aku minum air putih melalui sedotan. Ia kembali menggenggam tanganku. Matanya terlihat bengkak dan sayu. Kau menangis Kyuhyun-ah?

 

“Kau mengalami koma selama hampir empat puluh dua jam setelah sebuah mobil menabrakmu. Kakimu terluka dan mengalami sedikit gegar otak, tapi kata dokter itu hanya luka ringan, kau akan segera sembuh setelah beberapa hari perawatan.”

 

Aku tak henti menatap mata Kyuhyun yang berkaca-kaca. Aku tak pernah melihat Kyuhyun sekhawatir ini hingga menangis. Perlahan aku menggerakan tanganku yang ia genggam di pipinya.

 

Kyuhyun kemudian mengambil sebuah tas kecil yang berada di laci sebelah tempat tidurku. Ia mengeluarkan kotak hitam kecil dengan pita merah yang melingkarinya.

 

“Kau membelikan ini untukku? Untuk kado ulang tahunku?” Tanya Kyuhyun yang aku balas dengan anggukan saja.

 

“Gomapta Jaerin-ah. Boleh aku membukanya?” Sekali lagi aku menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan anggukan saja.

 

Betapa terkejutnya aku setelah Kyuhyun membuka kotak hitam itu dan tak ada jam tangan yang aku belikan disana.

 

“Kau bercanda Jaerin-ah? Kau mau memberikanku kejutan yang lain?”

 

Kyuhyun menunjukan kotak hitam yang ku pikir kosong itu. Memang tak ada jam tangan yang aku belikan kemarin. Tapi ada sebuah cincin emas putih dengan satu permata sebagai pemanis. Sangat indah.

 

“Kau tidur terlalu lama, hingga membuatku bosan untuk menunggumu. Aku menukar jam tangan yang kau berikan dengan cincin ini sebagai balasan untuk hadiah ulang tahunmu. Hari ini adalah tanggal 5 februari, ulang tahunmu. Bagaimana bisa ulang tahun kita hanya berselisih dua hari seperti ini.”

 

Aku hanya bisa tersenyum mendengar apa yang dikatakan Kyuhyun. Kyuhyun kembali menggenggam tanganku dan menyematkan cincin cantik itu di jari manisku. Kyuhyun lalu mengecup bibirku sekilas sebelum ia mencium keningku.

 

“Harusnya kau menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku di tengah malam. Tapi bahkan sekarang kau belum mengeluarkan suara sedikitpun. Apa mobil itu telah membuatmu jadi bisu? Akan aku tambah berkas tuntutanku kepada mobil sialan itu karena membuat calon istrku kehilangan suara indahnya.”

 

“Kyu-ah..”

 

Kyuhyun terkekeh. Akhirnya aku bisa membuka mulutku dan memanggil namanya. Namja iblis yang tengah menggenggam tanganku sekarang ini. Namja terindah yang pernah aku temui.

 

Terimakasih telah membuatku merasa begitu berarti di dunia ini Kyu. Terimakasih untuk kado ulang tahun yang terindah meski kita harus merayakan ulang tahun kita di bangsal rumah sakit seperti ini.

 

Aku mencintaimu Kyu. Terimakasih telah menerimaku apa adanya. Saengil Chukkahamnida~~<3

 

“Saranghae Jaerin.”

image

-FIN-

Advertisements
By beylicious7 Posted in Fanfict

5 comments on “Best Birthday Ever (Another Story of The Devil From Heaven)

  1. Woaaa ini pas manis2 nyaa yaa.. dan kata2 di awal itu tor ngena bgt. Aku lgsg keingat sama rmh tngga mrka . Ya itulah hasilnya karna gk dpt restu ortu. Kasian bgt.. pdhal ini hrus nya sweet gtu tp aku mlh ngrsa nyesek kekekek

    • MEmang sengaja untuk flashback :D kalo mau baca lanjutan nasib Kyuhyun setelah benar-benar pisah sama Jaerin, baca sequel Dreaming. anyway; thx for read & comment ya chingu^^!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s