That I was Once by Your Side

that i was once cover new

Cast:
– Cho Kyu Hyun
– Goo Jae Rin
– Song Qian

Genre: Maried life, sad

Lenght: Oneshoot

Sequel of ‘The Devil from Heaven’

***

Aku terdiam sejenak menatap bayangan tubuhku di cermin. Menelusuri setiap inci. Mencari sesuatu yang mungkin tanpa ku sadari telah hilang.

Apa aku berubah? Atau hanya perasaanku saja. Seperti ada ketakutan dalam diriku. Tapi apa? Mengapa dia berubah?

Pertanyaan itu terus menghantuiku.

Kyuhyun berubah. Iblisku yang manja itu telah berubah.

Tapi mengapa ia harus berubah disaat kami telah bersama seutuhnya. Kenapa dia tak mengatakannya sebelum kami mengucap janji cinta. Janji yang seharusnya menjadi kontrak mati untuk cinta kami. Janji yang kami ucap dihadapan Tuhan. Janji yang terdengar begitu hampa.

Sudah hampir empat bulan setelah kami mengucap janji suci itu. Setelah semua perjuangan dan pengorbanan. Semua terasa sia-sia.

Semenjak hari itu Kyuhyun berubah. Satu minggu sebelum pernikahan kami, dia bertemu dengan seseorang. Wanita. Aku tak pernah bertanya siapa wanita itu, siapa dia dan dari mana asalnya.

Berkali-kali aku mencoba untuk menghapus kecurigaanku. Sebelum Donghae, teman dekat Kyuhyun, menceritakan semuanya. Tentang wanita itu. Tentang kisah yang tak pernah aku tau.

“dia mantan kekasih Kyuhyun.” Ujar Donghae.

***

Aku masih sangat ingat bagaimana perjuangan Kyuhyun untuk mempertahankanku. Disaat semua keluarganya menolak kehadiranku.

“jika kau berani pergi lagi maka ku pastikan kau tak akan pernah aku lepaskan.” Ujarnya saat itu.

Aku hanyalah seorang mahasiswa yatim-piatu yang tak punya harta berlimpa. Tak terlalu cantik juga. Ibuku baru saja meninggal setelah mengalami komplikasi pada jantungnya. Ayahku sudah meninggal sejak aku masih di sekolah dasar. Kakakku, entah dia masih ingat atau tidak kepadaku.

Masih juga teringat dalam ingatanku bagaimana Kyuhyun bersusah payah menjebloskan sekelompok perampok yang mencoba menculikku. Kyuhyun bahkan tak tidur selama seminggu demi mencari keberadaan mereka.

“sudah ku katakan bahwa aku tak akan melepaskan siapapun yang sudah berani menyentuhmu, bahkan hanya seujung rambutmu saja.” Kata-kata itu bahkan masing terngiang jelas di telingaku.

Lalu apa arti perjuangan kami selama ini jika sekarang dia telah berubah. Dia bukan Kyuhyun-ku. Bukan Kyuhyun kekasihku. Sekejam apapun dia, dia selalu bisa bersikap manja kepadaku. Memelukku disaat aku kedinginan. Dan menghapus air mata ketika aku menangis. Tuhan ku mohon, kembalikan iblisku. Kyuhyun yang sekarang jauh lebih dingin. Tak lagi acuh kepadaku.

Setelah kami menikah kami pindah ke apartement yang ia beli menggunakan uang tabungannya. Apartement yang lama sudah dijual. Setiap hari ia selalu berangkat pagi dan pulang ketika hari sudah larut.

Jangankan untuk mengobrol, untuk sekedar menyapaku pun ia enggan. Kyuhyun hanya bicara seperlunya. Ketika di rumah dia lebih memilih untuk berkutat dengan pekerjaannya.

Bukankah dulu dia sendiri yang berjanji untuk tak akan membawa urusan pekerjaan ketika dirumah? Bukankah ia sendiri yang mengatakan akan memberikan waktu luang untuk kami berdua. Lalu ia kemanakan janji itu?

***

Aku memasukan lembar baju terakhir ke dalam koperku. Menutupnya rapat. Lalu kembali mengemasi barangku yang tersisa di kamar ini. Kamar kami.

Aku sudah tak bisa lagi bertahan. Aku akan pergi.

Istri mana yang tak sakit melihat suaminya tersenyum bahagia bersama wanita lain.

Beberapa hari yang lalu aku pergi ke supermarket untuk membeli persediaan bahan makanan untuk dirumah kami. Namun ketakutan itu. Ketakutan yang selalu menghantuiku terjadi.

[2NE1 – It Hurts]

Seperti tersambar petir. Aku melihat Kyuhyun sedang bergandengan mesra dengan seorang wanita. Wanita yang pernah Donghae ceritakan beberapa minggu yang lalu. Wanita yang dulu adalah bagian terpenting dalam hidup Kyuhyun sebelum ia pergi. Song Qian meninggalkan Kyuhyun tiga tahun yang lalu. Tepat satu tahun sebelum aku mengenal Kyuhyun.

Mereka bergandengan mesra. Saling bertukar pandang. Pandangan yang tak dapat ku artikan. Senyuman Kyuhyun begitu merekah. Senyuman yang dulu selalu menenangkanku. Yang selalu membuat damai hatiku. Senyuman yang tak lagi ku dapatkan belakangan ini. Sebahagia itu kah Kyuhyun bersama wanita itu?

Mataku memanas tatkalah Song Qian tanpa ragu mengecup pipi Kyuhyun. Dan membelainya lembut.

Aku rasa tubuhku bergetar. Dan jika aku tidak berpaling mungkin aku akan jatuh. Terlalu menyakitkan.

Bukankah dulu Kyuhyun yang menginginkanku? Bersikeras untuk menikah denganku? Namun ketika ia telah mendapatkanku mengapa ia malah mengabaikanku? Ia lebih memilih pergi dengan mantan kekasihnya ketimbang berlama-lama berada di rumah bersamaku, istrinya.

Aku sadar aku memang tak secantik Song Qian. Tubuhku tak terlalu tinggi. Rambutku yang terurai ikal sederhana. Dan make-up yang transparan. Sangat jauh berbeda dengan mantan kekasihnya yang notabenenya adalah seorang model china. Begitu glamour dan mempesona.

Lima belas menit lagi tepat pukul sepuluh dua puluh malam. Kyuhyun biasa pulang. Entah dari kantornya atau dari tempat lain.

Aku mengangkat koper besarku dan ku letakkan disamping pintu ruang tamu. Aku membereskan rumah sejenak. Setidaknya aku ingin rumah ini rapi ketika aku pergi.

Lirih ku dengar suara dari luar pintu apartement. Dan ku pastikan itu adalah Kyuhyun yang sedang memasukan kode apartement ini.

Aku menghela nafas panjang. Aku harus kuat. Ini adalah keputusanku. Keputusanku untuk pergi.

Aku tak akan sanggup hidup lebih lama bersama Kyuhyun. Percuma aku hidup bersamanya jika hatinya tak lagi untukku, tak lagi disini. Bukankah cinta memang tak harus memiliki.

Cinta tak harus selalu bersama.

Cinta adalah pengorbanan. Cinta adalah bagaimana cara kita untuk bertahan.

Tapi jika cinta yang ku pertahankan ini menyakitinya. Maka aku akan merelakannya. Membiarkan Kyuhyun bahagia. Membiarkan Kyuhyun menjadi serakah untuk cinta.
Biar saja aku yang mengalah.

Ku pejamkan mataku ketika Kyuhyun mulai membuka pintu. Jantungku berdetak lebih cepat. Darahku berdesir semakin deras. Seperti ada sesuatu yang ingin meledak. Dan aku harus mengungkapkannya.

Seperti biasa Kyuhyun tak acuh melihatku yang tengah duduk diruang tengah. Tak ada pelukan atau kecupan selamat datang seperti saat dulu jauh sebelum kami menikah. Kyuhyun berlalu begitu saja.

Aku bangkit dari tempat dudukku. Inilah saatnya. Aku harus mengakhirinya. Meski aku tak sanggup, meski hanya untuk membuka mulut saja terasa begitu berat.

“aku harus pergi Kyu.”

Susah payah ku kumpulkan tenaga dan dayaku untuk mengucapkan itu. Kyuhyun hanya berhenti tanpa menoleh ke arahku.

Aku berjalan menarik koperku hendak membuka pintu. Pintu rumah yang seharusnya tak pernah ku singgahi.

“urus saja surat perceraian kita. Kau tak perlu khawatir, biar aku yang bicara pada orang tuamu. Kau tak perlu pikirkan aku.”

Untuk apa aku harus bicara lagi dengan orang tua Kyuhyun? Mungkin untuk sekedar memberi kabar bahagia bahwa pada akhirnya aku memang harus berpisah dengan Kyuhyun. Bukankah itu yang mereka inginkan sejak awal.

Biarlah Kyuhyun yang mengurusi tentang surat perceraian dan sebagainya. Bukankah ia seorang pengacara kondang. Pasti sangat mudah untuk sekedar mengurus perceraian dari pada harus mengungkap kasus bandar narkoba.

Sekilas ku lihat ia tertegun. Mungkinkah ia terkejut, atau malah bahagia. Mungkin ini yang memang telah lama ia nantikan.

Aku memang tak pernah sekalipun bertanya siapa Song Qian. Mengapa ia berubah. Dan mengapa ia menjadi dingin kepadaku.

Masihkah aku membutuhkan jawabannya? Sepertinya sudah tidak lagi.

Aku tak dapat lagi membendung air mata yang sedari tadi tertahan dikelopak mataku. Keluar begitu saja seiring dengan keluarnya aku dari rumah itu. Rumah yang dulu menjadi impian kami. Rumah sederhana yang kami harap penuh cinta. Namun yang ada malah jauh dari yang kami harapkan.

“terima kasih untuk semuanya. Mianhae.”

Selamat tinggal Kyu.. Selamat tinggal iblisku.. malaikatku.. matahariku..

Inilah akhir. Akhir dari kisah cinta kita yang singkat. Semoga kau bahagia bersamanya. Bersama cintamu. Tapi yakinlah bahwa kau akan selalu ada dihatiku.

Ketika cinta menyakitimu maka bertahanlah
Tapi ketika cinta itu tak lagi bahagia bersamamu maka lepaskanlah

Seperti bintang yang terus bersinar ketika langit semakin gelap
Seperti selimut yang menghangatkan ketika dingin datang bersama hujan
Seperti itulah cintaku
Sederhana dan tak menuntut balas

***

Gieokhae dareun saram manado
(remember, even if u’re with someone else)

Naega neoui gyete jamsi saratdaneun geol
(That I was once by your side)

Useulsu isseosseo, neol bogo isseulddaen
(I could smile, when I was looking at you)

Jogeuman ansikcheoga doe-eo jueotji
(You were a little sanctuary for me)

Meoreojigi jeone
(Until we became apart)

Geugeotman giokhae jul su itgenni
(Could you remember this)

Naega neoui gyete jamsi saratdaneun geol
(That I was once by your side)

[Kyu Hyun – That I was Once by Your Side]

-FIN-

Advertisements

32 comments on “That I was Once by Your Side

  1. Pingback: Winter Cogitation | beylicious7

  2. Pingback: Bitter Blossom | beylicious7

  3. hah ? *muka cengo.. gitu doang ?? angst ?? apa ?? gantung bget !!! padahal suka bget tuh alur ceritanya *dua jempol … tpi,, knp angst ??? kalau boleh jujur, aku buka penikmat ff dengan genre angst *curhat .. why ?? because i read to get fun !! kesenangan bahwa masih ada cerita bahagia dari kehidupan yang aku jalani !! jdi, karena itu aku percaya tuhan itu adil ! krn dia membebaskan kita untuk berkhayal tentang kehidupan yang sempurna tanpa ada larangan dan bayaran !! jdi aku salut aja buat author2 ff ataupun novel yang buat cerita yang menggunakan moto “express your mind” !! suka jga dengan author yg menggunakan EYD dgn baik ^^ aku termasuk penikmat fanfic dan novel *ngkpentingbget-_- dan alur fanfic ini kena bget di pikran aku .. aku suka yang cowok ninggalin cewek setelah cowok itu udah usaha mati2an ngejar cewek itu dan cowok itu kayak cuek lgi sma dia *plak,sadis bget … TAPI, aku pengen cowok itu sendiri yg menyadari rasa kehilangannya dan ngejar ceweknya lgi … ahhh kayak gitu lah, tapi dunia bukan se-enak jidat gue aja haha.. setiap org beda selera dan membuatnya unique !! intinya keren, berharap ada sequelnya *puppyeyes .. apalgi castnya idola akuu *chu sampul ffnya guanteng pula.. keep typing, alurnya aku suka !! pembawaan ceritanya keren.. org ketiganya jga pas!! latar belakang keluarga cast cewek utamanya jga pas bget deh !! hanya itu.. ending gantung bget.. kyuhyun aja ngk ketahuan ekspresinya !! gitu aja.. ^^ mian kebanyakan curcol -_-

    • Buat ‘that i was once by your side’ sudah ada 2 sequel yg saya post kok chingu, coba check deh~

      seneng deh ada yg komen panjang lebar, saya sangat menghargai :D
      alurnya emg sengaja saya post pendek2, jd masih ada chapter yg belum saya post biar penasaran^^!

      Sekali lagi gomawo buat review.nya ;)

  4. Pingback: Sharp Arrow (The End of The Storm) | beylicious7

  5. jadi mereka menikah tak direstui orangtua kyuhyun?
    Lalu kenapa kyuhyun ngotot banget ingin menikahi jae rin toh saat jae rin ninggalin rumah kyuhyun hanya diam aja malah gk mencegah jae rin~
    Kyu tega loh :'(
    #plak x

  6. ada sequel lagi ?
    Masih kuarang jelas kenapa hyun tiba-tiba selingkuh T.T
    Seperti biasa ini udah keren banget, tpi aku sedikit kurang dapet feel nya, apa ini gara-gara cuaca dingin yang menjadikan hatiku beku *maapmulaingaco*..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s